kai-1_ copy

Author             : Bellecious0193

Poster              : Lily21Lee

Genre              : Romance, Married Life, Family

Rate                 : PG 17

Casts               :

Kim Jongin

Jo Eun Hee

Wu Yi Fan aka Kris Wu

Na Ra Wu

Etc

“Aku bertanya-tanya tentang apa saja keburukan yang sudah aku lakukan di masa lalu hingga kini aku harus hidup seperti ini. Hidup di dalam neraka yang bernama Kim Jongin.”

Kim Industries, Seoul.

Pemuda berahang tegas dengan kulit tan itu mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di meja kerjanya, punggungnya ia sandarkan pada kursi kerjanya yang nyaman. Sesekali senyum mengembang di wajahnya.

Tampan.. Sangat tampan. Semua orang setuju akan hal itu jika melihat deskripsi fisik pemuda itu. Tubuh tinggi menjulang, berahang tegas, bermata lebar, dan jangan lupakan kulit tan yang membuat pemuda itu ratusan kali lebih tampan dan seksi.

Iris hitam pemuda itu menatap lekat ke arah pria setengah baya di depannya yang tengah sibuk membaca berbagai dokumen yang setengah jam lalu disodorkan padanya. Tangan pria bernama Jo Jang Yeol itu gemetar, dahinya terus saja berkerut bingung, keringat dingin sudah membasahi tubuh tambunnya, nampak jelas bahwa apa yang sedang dibacanya bukan sesuatu yang menarik apa lagi menyenangkan.

“Kau tinggal menanda tanganinya Mr Jo.” Si pria tampan berkulit tan itu -Kim Jongin- lagi-lagi membuka suara, tenang namun mematikan.

“Well.. Semua pilihan ada di tanganmu. Aku akan membantu memulihkan kondisi perusahaanmu dengan menyuntikkan dana segar kesana. Kau bisa kembali berjaya dan menghindari kenyataan bahwa ribuan karyawan Jo Enterprise akan menjadi pengangguran baru di negeri ini.” Jongin melanjutkan kalimatnya, tersenyum miring, ia tahu kemenangannya sudah di depan mata.

“A-aku tidak bisa melakukannya.” Mr Jo meletakkan penanya, bersiap pergi dari ruangan yang membuat kepalanya berdenyut nyeri.

“Aku sudah berbaik hati padamu. Tapi kau malah menginginkan cara kasar? Setuju atau tidak. Aku akan tetap mengambil Jo Eun Hee, putrimu.”

“Kau kenapa begitu menginginkan puteriku? Kau bisa mendapatkan perempuan manapun yang kau mau Kim Jongin.” Rahang Mr Jo mengeras, nampak jelas pria itu tengah menahan amarahnya.

“Oh.. Tentu. Kim Jongin bisa mendapatkan apapun dan siapapun yang diinginkannya. Dan kali ini, aku menginginkan putrimu, jadi aku harus mendapatkannya. Bagaimanapun caranya.”

“Kau keterlaluan!”

“Bagian mana yang membuatmu berfikir bahwa aku keterlaluan Mr. Jo? Perjanjiannya mudah, kau serahkan putrimu dan kau akan mendapatkan uang untuk menyelamatkan perusahaanmu.”

“Putriku bukan barang yang bisa kau beli dengan uang sebesar apapun!”

“Aku akan menjadikannya istri sahku. Aku tidak membelinya seperti seorang pelacur atau menjadikannya simpanan. Camkan itu!”

“A-aku tidak bisa melakukannya.”

“Tanda tangani ini dan pulanglah dengan tenang. Minggu depan adalah acara pernikahan Eun Hee denganku. Kau tidak perlu repot memikirkan apapun, aku sudah mempersiapkan semuanya dengan rapi.” Jongin menunjuk dokumen yang belum ditanda tangani Mr Jo dengan pandangannya.

“Minggu depan? Itu terlalu cepat. Aku bahkan belum mengatakan apapun pada Eun Hee.”

“Putrimu akan menyetujuinya, termasuk juga kau! Bukankah dia gadis baik yang rela melakukan apapun untuk kebahagiaan kedua orang tuanya?” Perkataan Jongin sukses membuat Mr. Jo bergegas kembali ke meja Jongin dan menandatangani semua berkas-berkas yang Jongin sodorkan padanya.

Hati Mr. Jo berkedut nyeri, tapi ia tak punya pilihan lain karena ia harus menyelamatkan perusahaanya. Sekalipun ia harus menyerahkan putrinya pada CEO Kim Industries itu, ia tetap menandatangi dokumen-dokumen di depannya, tahu bahwa jika ia tak melakukannya Kim Jongin akan melakukan hal yang lebih mengerikan dari pada apa yang pernah dibayangkannya.

Kim Jongin is the hell’s devil.

 

“Good job Mr Jo..ah tidak, aku harus memanggilmu aboenim mulai sekarang. Jadi aboenim, sampai jumpa minggu depan.” Mr Jo hanya mengangguk lemah sebelum benar-benar meninggalkan ruangan itu.

Sepeninggal Mr Jo, seorang pria lain memasuki ruangan itu. Kali ini pria itu masih muda, berusia sekitar 26 tahun dengan tinggi badan di atas rata-rata, berkulit putih pucat, dan wajahnya merupakan perpaduan Chinese Canadian.

“Apa yang kau lakukan pada Mr Jo?” Pria itu langsung mendudukkan diri di depan Jongin.

“Aku tidak melakukan apapun Kris Hyung, well.. Hanya melakukan apa yang harus aku lakukan.”

“Yang kau maksud adalah melakukan segala cara untuk mendapatkan Jo Eun Hee? Termasuk membuat Jo Enterprise diambang kebangkrutan, benar begitu Kim Jongin?” Kris berbicara dengan nada dingin dan sarkatis, penuh ketidaksukaan.

“Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan Jo Eun Hee, dan Hyung berhenti menceramahiku.”

“Aku tidak menceramahimu, aku hanya memperingatkanmu saja. Semua yang kau lakukan bisa saja menjadi boomerang. Jongin.. Jika ia tahu bahwa kau yang membuat perusahaan ayahnya bangkrut, kau pikir gadis itu akan tinggal diam?”

“Itulah alasan kenapa aku menikahinya Hyung. Jadi, meskipun Eun Hee suatu saat tahu apa yang aku sudah lakukan pada perusahaan ayahnya, dia tidak bisa melakukan apapun, karena aku sudah mengikatnya kuat, sangat kuat dalam janji sakral pernikahan.” Senyum Jongin mengembang, kali ini justru membuatnya sangat tak manusiawi.

“Terserah kau saja.” Kris berdiri seraya merapikan sedikit kemejanya yang kusut, menasehati Kim Jongin sama saja dengan mengajak bicara sebongkah batu.

“Tolong katakan pada Na Ra noona untuk memilihkan gaun pengantin terbaik bagi Eun Hee.” Jongin setengah berteriak saat dilihatnya Kris sudah berada di ambang pintu.

Pria itu hanya menoleh sekilas sebelum benar-benar meninggalkan ruangan yang membuatnya semakin kesal.

**

Jo Family House, Seoul

Mr Jo memasuki rumahnya dengan langkah gontai, rambut pria setengah baya itu acak-acakan, dengan kemeja yang kusut dan tuxedo yang ia letakkan di sebelah bahunya menambah kesan bahwa pria itu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.

“Aku pulang.” Mr Jo membuka suara begitu dilihatnya istri dan putrinya tengah menunggu kepulangannya di ruang tengah kediaman Jo.

“Yeobo, kau sudah pulang. Duduklah. Kau mau mandi atau makan malam dulu? Aku akan menyiapkannya.” Mrs Jo langsung mencecar Mr Jo dengan berbagai kalimat yang sebenarnya adalah wujud kekhawatirannya terhadap keadaan suaminya itu.

“Appa..bagaimana dengan perusahaan appa?” Berbeda dengan Mrs Jo yang lebih memilih menanyakan hal lain, gadis cantik yang merupakan putri Mr dan Mrs Jo langsung bertanya pada inti permasalahan, ia tidak tahan dengan ketidakpastian yang sudah mengombang-ambingkan perusahaan keluarganya selama sebulan belakangan ini. Membuat ayahnya pulang sangat larut dengan keadaan berantakan.

“Perusahaan kita selamat.” Mendengar jawaban Mr Jo sontak Mrs Jo dan Eun Hee berpelukan, air mata kebahagiaan bahkan sudah mengalir di wajah keduanya, berbanding terbalik dengan ekspresi frustasi yang Mr Jo tunjukkan.

“-tapi… Ada harga mahal yang harus kita bayar.”

“Harga mahal? Apa maksudmu yeobo? Apa kita harus membagi saham kita atau semacamnya? Atau keuntungan perusahaan kita akan menurun drastis?”

“Tidak, tidak bukan hal seperti itu.”

“Lalu apa itu yeobo? Tolong katakan pada kami.”

“Perusahaan kita tentu akan bangkrut jika seseorang tidak menyuntikkan dana yang besar untuk menutup semua kerugian yang ada. Seseorang itu adalah Kim Jongin, CEO dari Kim Industries.

“Kalau begitu kita harus berterima kasih padanya appa, dia sudah menyelamatkan kita semua.” Eun Hee berbicara dengan semangat, menunjukkan kepribadiannya yang ceria.

“Bukan sekedar berterima kasih Eun Hee-ya.”

“Lalu?”

“Kau..maafkan appa Eun Hee, tapi appa tak punya pilihan lain. Kau harus menikah dengannya. Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan perusahaan kita.” Seperti tersambar petir di siang hari yang terik, perkataan Mr Jo sukses membuat Eun Hee limbung, gadis itu kini sudah terduduk di lantai yang dingin, sementara Mrs Jo mencengkram lengan suaminya kuat, tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

“Ap-appa..” Suara Eun Hee sangat lemah, hampir menyerupai bisikan. Semangat yang tadi menyelimutinya kini hilang entah kemana.

“Sekali lagi maafkan appa Eun Hee, tapi kau bisa membatalkan perjanjian itu, hanya saja.. Appa sungguh tidak bisa membayangkan apa yang akan Kim Jongin lakukan pada keluarga kita nanti, terutama padamu Eun Hee. Dia mengatakan pada appa bahwa dia amat sangat menginginkanmu dan dia bahkan sudah menyiapkan pernikahan kalian minggu depan.”

“MWO? MALDWO ANDWAE!” Eun Hee sudah berteriak sekarang, kebencian pada sosok Kim Jongin yang bahkan belum dikenalnya itu memuncak hingga membuat kepalanya berdenyut nyeri.

“Yeobo!!! Kenapa kau bisa melakukan ini pada putri kita?”

“Aku tidak punya pilihan. Kim Jongin benar-benar punya kendali atas semuanya. Sekarang aku kembalikan semua padamu Eun Hee. Kau bisa membatalkan perjanjian ini, tapi appa harap kau bisa memikirkannya dengan baik. Ini bukan hanya soal perusahaan kita, tapi dia benar-benar serius dengan semua ancamannya Eun Hee. Dia benar-benar tak berperasaan. Appa sangat mengkhawatirkan keselamatanmu, melebihi apapun di dunia ini.”

“Tidak..tidak appa. Aku akan melakukannya. Aku akan menikah dengan Kim Jongin.” Eun Hee menjawab cepat perkataan ayahnya.

“Kau yakin nak?” Mrs Jo yang sudah berurai air mata kembali menatap nanar putrinya.

“Aku akan melakukannya, demi appa, eomma, dan ribuan karyawan di perusahaan kita.” Eun Hee berkata dengan yakin, lalu memeluk kedua orang tuanya. Ia tak punya pilihan lain. Baginya, tak apa jika ia harus berkorban asalkan keluarganya tidak berakhir dijalanan dan karyawan-karyawan perusahaannya menjadi pengangguran baru di Korea Selatan.

Setidaknya tadi ayahnya mengatakan bahwa Kim Jongin menginginkannya, amat sangat menginginkannya.

Dan setelah apa yang baru saja di dengarnya, tentang fakta bahwa ia harus menikah dengan Kim Jongin membuatnya malam itu tak bisa tidur nyenyak. Ia bermimpi buruk dimana ia melihat sepasang mata hitam kelam menatapnya penuh minat. Mata hitam yang kejam dan seolah tanpa pengampunan.

**

Kim Industries , Seoul.

“Seharusnya kau mengajak calon istrimu untuk melakukan fitting di butikku, aku tidak bisa memilihnya seperti ini.” Seorang gadis tampak menggerutu kesal di depan pemuda yang tengah sibuk melihat foto-foto gaun pernikahan yang cantik.

“Na Ra noona, aku percaya padamu. Kau designer terbaik bagiku.”

“Ah ya..terima kasih pujiannya, tapi kau tetap harus memperhatikan selera calon istrimu Jonginnie.”

“Mau bagaimana lagi, Eun Hee tidak akan mau melakukannya.”

“Memangnya kau sudah bertanya padanya?”

“Belum, tapi yah.. Aku hanya menebaknya saja.”

“Berhenti menebak-nebak dan bawa calon istrimu ke butikku.”

“Tapi noona..”

“Memangnya kalian mau menikah berapa kali seumur hidup? Ini pernikahan sekali seumur hidup tuan Kim, jadi kau harus tetap membawa calon istrimu ke butikku untuk melakukan fitting. I give you no choice.” Na Ra berdiri seraya merapikan foto-foto yang tadi disodorkannya pada Jongin.

Pemuda itu menghembuskan nafasnya kasar, bagaimana bisa sosok Kim Jongin yang terkenal dengan sosok dingin dan angkuhnya tak berkutik di depan Na Ra Wu? Jongin menarik rambutnya frustasi, ia tidak tahu bagaimana seorang Kris Wu bisa hidup dengan begitu bahagia beristrikan sosok Na Ra yang keras kepala, dingin, dan begitu mengintimidasi.

Na Ra baru saja akan memutar knop pintu ruangan Jongin tapi pintu itu sudah lebih dulu dibuka, menampilkan sosok gadis cantik nan mungil disana. Gadis itu mengenakan kemeja putih agak kebesaran dan mini skirt berwarna biru. Na Ra mengernyitkan dahinya mendapati sosok asing yang tiba-tiba muncul di depannya, tapi ia lebih memilih untuk sedikit menganggukkan kepalanya dan beranjak pergi dari ruangan Jongin.

Wajah muram Jongin karena pembicaraannya dengan Na Ra berubah menjadi begitu cerah begitu melihat sosok gadis yang kini berada di depan pintu ruangannya. Mata Jongin tak ia lepaskan dari sosok itu, seolah ingin menelannya hidup-hidup.

“Boleh aku masuk?” Wajah cantik gadis itu berbanding terbalik dengan nada ketusnya, membuat Jongin sedikit terkejut.

“Ah ya..tentu saja, masuklah.” Jongin menunjuk sofa berwarna abu-abu di ruangannya, mempersilahkan Eun Hee untuk duduk disana.

“Aku ingin berbicara denganmu Mr Kim.”

“Jongin, panggil aku Jongin.”

“Ya, baiklah Jongin. Aku ingin membicarakan perjanjian yang sudah kau buat dengan ayahku.” Eun Hee bukanlah gadis yang suka berbasa basi. Ia langsung berbicara pada tujuannya mendatangi Jongin hari ini.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi nona muda. Semua sudah beres.”

“Tentu ada, karena kau melibatkan aku di dalamnya.”

“Lalu, apa maumu?” Jongin menyilangkan kakinya, sekali lagi menatap lekat Eun Hee, seolah tanpa berkedip.

“A-aku ingin membatalkan perjanjian itu.” Eun Hee berbicara dengan nada gugup yang sama sekali tak bisa ia tutupi, tatapan tajam dan lekat Jongin sukses membuat tubuh dan otaknya tak bisa berfungsi dengan baik.

“Alasanmu?”

“Tentu saja aku tidak mau terlibat dengan pernikahan konyol denganmu! Bukankah itu sudah jelas?”

“Kau menolak perjanjian itu karena kau tidak mau menikah denganku?”

“Eoh.”

“Alasanmu ditolak Jo Eun Hee.”

“Hey! Kau tidak bisa memaksaku seperti ini!”

“Tentu aku bisa. Sudah, aku tidak mau berdebat lagi. Kau sebaiknya pulang dan beristirahat, ingat minggu depan kita akan menikah.”

“Kim Jongin!”

“Berhenti mendebatku Jo Eun Hee, kecuali kau ingin berakhir di ranjang denganku sekarang juga. Ah..tidak, aku tidak mau repot-repot membawamu ke ranjang. Sofa ini cukup nyaman untuk kita.” Jongin melepaskan tuxedonya, lalu dua kancing teratas kemejanya. Tatapan mata Jongin menggelap, dan senyum miring itu sangat mengerikan.

Perlahan namun pasti Jongin mendekati Eun Hee yang dengan bodohnya masih duduk dengan kikuk ditempatnya, menunggu sang singa lapar yang bisa menerkamnya kapan saja.

Aura Jongin terlalu gelap dan kuat, membuat Eun Hee yang datang dengan amarah di ubun-ubun seolah dibuat lumpuh begitu saja.

Dalam satu gerakan yang luwes, pemuda itu sudah duduk tepat di depan Eun Hee dan memegang tengkuk gadis itu kuat. Detik berikutnya, bibir tebal Jongin sudah menjajah bibir Eun Hee yang sedikit terbuka karena terkejut. Ciuman itu kasar dan menuntut, Jongin bahkan beberapa kali menggigiti bibir Eun Hee dan membuat gadis itu hampir kehabisan nafas. Tangan kanan Jongin memegang kedua tangan Eun Hee yang tertangkup di pangkuannya, sementara tangan kiri pria itu sibuk menjelajah ke dalam mini skirt yang dikenakan Eun Hee.

Gadis itu ingin sekali menjerit, menyumpahi Jongin dengan segenap makian yang ada di dunia. Ia juga ingin memukul pemuda itu karena sudah bersikap begitu kurang ajar padanya. Tapi, tubuhnya memberikan respon lain, tubuhnya ingin Jongin menyentuhnya lebih dari ini. Dan ia mengutuk dirinya sendiri karena ia menyetujui perkataan Jongin sebelumnya, bercinta di sofa yang tengah mereka duduki.

Tapi, baru saja Eun Hee tengah sibuk memikirkan hal-hal erotis tentang dirinya dan Jongin, ia merasakan bibir hangat Jongin menjauh dari bibirnya, kedua tangannya terasa kebas karena tangan pemuda itu tak lagi disana, dan yang lebih memalukan ada sensasi basah di balik mini skirtnya. Eun Hee menunduk, terlalu malu untuk melihat Jongin yang ia yakini tengah tersenyum penuh kemenangan.

“You’re so sweet my dear Eun Hee. I can’t wait for our first night.” Pemuda itu berbisik seduktif di telinga Eun Hee membuat bulu kuduknya meremang.

Jongin dengan jarinya, tapi Jongin segera memegang jari Eun Hee dan menciumnya, lembut kelewat lembut dan membuat Eun Hee hampir mati lemas hanya karena sentuhan bibir Jongin di jarinya.

“And I don’t make love, I’m fucking hard. Kau tidak bisa menolakku sayang. Pulanglah. Besok supirku akan menjemputmu dan mengantarkanmu ke butik milik Na Ra noona. Kau bisa memilih gaun pengantin sesuka hatimu disana.” Tatapan Jongin melembut, pemuda itu bahkan berbicara seraya mengusap lembut puncak kepala Eun Hee. Sangat berbanding terbalik dengan sosok Jongin beberapa menit lalu yang nampak ingin menguasai tubuhnya. Hanya saja kalimat apapun yang dikatakan Jongin terdengar sangat mengerikan baginya, terlebih perihal “make love” yang terdengar seperti ancaman bagi Eun Hee.

“Kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini Kim Jongin. Aku manusia bukan barang yang bisa kau beli dengan uang!”

“Aku tidak pernah menganggapmu seperti barang sayang. Kau adalah salah satu orang yang paling berarti di hidupku. Aku hanya ingin menjadikanmu milikku, selamanya.” Lagi-lagi Jongin tersenyum yang entah kenapa justru membuat Eun Hee muak. Gadis itu berdiri dan merapikan mini skirt-nya yang sudah tersingkap. Ia berjalan cepat untuk pergi dari ruangan yang membuatnya makin gila.

Seharusnya ia datang dan memaki Jongin karena sudah mengadakan perjanjian bisnis konyol yang mengharuskannya menikah dengan pemuda mengerikan dan pemaksa. Tapi sialnya ia malah berakhir dengan hampir bercinta dengan si brengsek Kim Jongin.

“Kim Jongin.. you are fucking mad!” Rutuknya saat ia sudah berada dalam lift, ia menumpahkan kekesalannya disana tanpa seorangpun bisa mendengar atau mengerti betapa frustasi dirinya.

TBC

Note :

Thanks for those who keep waiting for this one. For my beautiful-dearest Xingxi. I love you ^^

Advertisements